welcome

welcome

raharja

SEJARAH PERGURUAN TINGGI RAHARJA Pada saat ini perguruan tinggi Raharja terdiri dari dua institusi pendidikan antara lain AMIK Raharja Informatika dan STMIK Raharja. Adapun Sejarah berdirinya Perguruan Tinggi Raharja diawali oleh sebuah lembaga kursus komputer, yang diresmikan pada tanggal 03 Januari 1994 dengan nama Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Komputer (LPPK) Raharja oleh Walikota Tangerang, Drs. Djakaria Machmud. Pada waktu itu, lembaga inilah yang mempelopori penggunaan operating system Windows dan aplikasinya di wilayah Tangerang dan sekitarnya, hal tersebut mendapat respon positif dan jumlah peminatnya pun meningkat pesat seiring dengan kerjasama yang dilakukan oleh lembaga ini dengan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas yang ada di Tangerang.Pada tanggal 24 Maret 1999, karena banyaknya peminat dan pesatnya pertumbuhan, berkembang menjadi Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) Raharja Informatika. Diresmikan melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 56/D/O/1999, dengan menyelenggarakan jurusan Manajemen Informatika. Pada Tahun 2000, AMIK Raharja Informatika menambah jurusan Teknik Informatika (TI) dan Komputerisasi Akuntansi (KA). Pada tanggal 02 Februari 2000 berdasarkan Surat Keputusan Koordinator Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta Wilayah IV Nomor : 3024/004/KL/1999, AMIK Raharja Informatika secara resmi menyelenggarakan program Diploma I (DI) dengan memberikan gelar Ahli Pratama, Program Diploma II (DII) dengan memberikan gelar Ahli Muda dan Diploma III (DIII) dengan memberikan gelar Ahli Madya, kepada lulusannya. Kepercayaan dan dorongan dari berbagai pihak kepada Yayasan Nirwana Nusantara, sebagai penyelenggara pendidikan untuk segera meningkatkan status dan mutu prestasi kualitas lulusannya. Hingga terwujudlah Sekolah Tinggi Manajemen & Ilmu Komputer (STMIK) Raharja, melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor: 74/D/O/2001, tanggal 13 Juli 2001. STMIK Raharja menjadi perguruan tinggi komputer yang memiliki program studi terlengkap di propinsi Banten, dan telah diakui pengalamannya dalam menyelenggarakan sistem pendidikan teknologi informasi dan komputer. Perkembangannya pun tidak berhenti sampai disini, AMIK Raharja Informatika mendapatkan status akreditasi-B untuk jurusan Manajemen Informatika berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT) Nomor: 003/BAN-PT/AK-1/DPL/III/IV/2002 pada tanggal 05 April 2002. Tugas Kuliah 1. Sistem Operasi 2. Komputer dan Masyarakat 3. Rekayasa Piranti Lunak 4. IT Research 5. Pengetahuan Bisnis 6. Sistem Basis Data 7. Independent Study Artikel * 1. AB SO 2. Sistem Operasi 3. Android OS 4. Linux 5. Windows 7 6. Windows Phone 7 7. MY SQL & Distributed Database 8. Download Artikel AGENT ANDEZ
assalamualaikum

Alasan Mengapa Masuk Perguruan Tinggi Raharja

karena saya gak masuk negeri,jd pilihan saya masuk ke Perguruan Tinggi Raharja ,di Green Campuss ini saya lihat sudah terakreditasi dengan baik !disini saya ngambil jurusan Sistem Informasi yang berkonsentrasi dibidang computer accountancy,karena saya sebelumnya lulusan SMK jurusan akuntansi jadi saya ingin memperdalam ilmu komputer akuntansi dan kini saya telah menjadi Pribadi Raharja yang insyaallah saya bisa meraih sukses yang gemilang melalui ilmu komputer,dan saya senang bisa bergabung di kampus Unggulan ini

Artikel Akuntansi

Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah. Akuntansi adalah seni dalam mengukur, berkomunikasi dan menginterpretasikan aktivitas keuangan. Secara luas, akuntansi juga dikenal sebagai "bahasa bisnis". Akuntansi bertujuan untuk menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat agar dapat dimanfaatkan oleh para manajer, pengambil kebijakan, dan pihak berkepentingan lainnya, seperti pemegang saham, kreditur, atau pemilik. Pencatatan harian yang terlibat dalam proses ini dikenal dengan istilah pembukuan. Akuntansi keuangan adalah suatu cabang dari akuntansi dimana informasi keuangan pada suatu bisnis dicatat, diklasifikasi, diringkas, diinterpretasikan, dan dikomunikasikan. Auditing, satu disiplin ilmu yang terkait tapi tetap terpisah dari akuntansi, adalah suatu proses dimana pemeriksa independen memeriksa laporan keuangan suatu organisasi untuk memberikan suatu pendapat atau opini - yang masuk akal tapi tak dijamin sepenuhnya - mengenai kewajaran dan kesesuaiannya dengan prinsip akuntansi yang berterima umum.

Praktisi akuntansi dikenal sebagai akuntan. Akuntan bersertifikat resmi memiliki gelar tertentu yang berbeda di tiap negara. Contohnya adalah Chartered Accountant (FCA, CA or ACA), Chartered Certified Accountant (ACCA atau FCCA), Management Accountant (ACMA, FCMA atau AICWA), Certified Public Accountant (CPA), dan Certified General Accountant (CGA). Di Indonesia, akuntan publik yang bersertifikat disebut CPA Indonesia (sebelumnya: BAP atau Bersertifikat Akuntan Publik).

Jantung akuntansi keuangan modern ada pada sistem pembukuan berpasangan. Sistem ini melibatkan pembuatan paling tidak dua masukan untuk setiap transaksi: satu debit pada suatu akun, dan satu kredit terkait pada akun lain. Jumlah keseluruhan debit harus selalu sama dengan jumlah keseluruhan kredit. Cara ini akan memudahkan pemeriksaan jika terjadi kesalahan. Cara ini diketahui pertama kali digunakan pada abad pertengahan di Eropa, walaupun ada pula yang berpendapat bahwa cara ini sudah digunakan sejak zaman Yunani kuno.


Akuntansi Modern

Kritik mengatakan bahwa standar praktik akuntansi tidak banyak berubah sejak dulu. Reformasi akuntansi dalam berbagai bentuk selalu terjadi pada tiap generasi untuk mempertahankan relevansi pembukuan dengan aset kapital atau kapasitas produksi. Walaupun demikian, hal ini tidak mengubah prinsip-prinsip dasar akuntansi, yang memang diharapkan tidak bergantung pada pengaruh ekonomi seperti itu.


Sejarah

Akuntansi sebagai suatu seni yang mendasarkan pada logika matematik - sekarang dikenal sebagai “pembukuan berpasangan” (double-entry bookkeeping) - sudah dipahami di Italia sejak tahun 1495 pada saat Luca Pacioli (1445 - 1517), yang juga dikenal sebagai Friar (Romo) Luca dal Borgo, mempublikasikan bukunya tentang “pembukuan” di Venice. Buku berbahasa Inggris pertama diketahui dipublikasikan di London oleh John Gouge atau Gough pada tahun 1543.

Sebuah buku ringkas menampilkan instruksi akuntansi juga diterbitkan di tahun 1588 oleh John Mellis dari Southwark, yang termuat perkataanya, "I am but the renuer and reviver of an ancient old copie printed here in London the 14 of August 1543: collected, published, made, and set forth by one Hugh Oldcastle, Scholemaster, who, as appeareth by his treatise, then taught Arithmetics, and this booke in Saint Ollaves parish in Marko Lane." John Mellis merujuk pada fakta bahwa prinsip akuntansi yang dia jelaskan (yang merupakan sistem sederhana dari masukan ganda/double entry) adalah "after the forme of Venice".

Pada awal abad ke 18, jasa dari akuntan yang berpusat di London telah digunakan selama suatu penyelidikan seorang direktur South Sea Company, yang tengah memperdagangkan bursa perusahaan tersebut. Selama penyelidikan ini, akuntan menguji sedikitnya dua buku perusahaan para. Laporannya diuraikan dalam buku Sawbridge and Company, oleh Charles Snell, Writing Master and Accountant in Foster Lane, London. Amerika Serikat berhutang konsep tujuan Akuntan Publik terdaftar pada Inggris yang telah memiiki Chartered Accountant di abad ke 19.


Laporan Akuntansi

Akuntansi disebut sebagai bahasa bisnis karena merupakan suatu alat untuk menyampaikan informasi keuangan kepada pihak-pihak yang memerlukannya. Semakin baik kita mengerti bahasa tersebut, maka semakin baik pula keputusan kita, dan semakin baik kita di dalam mengelola keuangan.Untuk menyampaikan informasi-informasi tersebut, maka digunakanlah laporan akuntansi atau yang dikenal sebagai laporan keuangan. Laporan keuangan suatu perusahaan biasanya terdiri atas empat jenis laporan, yaitu neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, dan laporan arus kas.

  • Neraca, adalah suatu daftar sistematis yang memuat informasi mengenai aktiva, utang dan modal suatu perusahaan pada akhir periode tertentu. Disebut sebagai daftar yang sistematis, karena neraca disusun berdasarkan urutan tertentu. Dalam neraca dapat diketahui berapa jumlah kekayaan perusahaan, kemampuan perusahaan membayar kewajiban serta kemampuan perusahaan memperoleh tambahan pinjaman dari pihak luar. Selain itu juga dapat diperoleh informasi tentang jumlah utang perusahaan kepada kreditur dan jumlah investasi pemilik yang ada di dalam perusahaan tersebut.
  • Laporan laba rugi, adalah ikhtisar mengenai pendapatan dan beban suatu perusahaan untuk periode tertentu, sehingga dapat diketahu laba yang diperoleh dan rugi yang dialami.
  • Laporan perubahan modal, adalah laporan yang menunjukkan perubahan modal untuk periode tertentu, mungkin satu bulan atau satu tahun. Melalui laporan perubahan modal dapat diketahui sebab-sebab perubahan modal selama periode tertentu.
  • Laporan arus kas, dengan adanya laporan ini pemakai laporan keuangan dapat mengevaluasi perubahan aktiva bersih perusahaan, struktur keuangan (termasuk likuiditas dan solvabilitas) dan kemampuan perusahaan di dalam menghasilkan kas dimasa mendatang.

kriteria wanita muslimah

Institut Manajemen Masjid
Rubrik : Keislaman
10 KRITERIA WANITA IDAMAN DALAM AL QUR'AN
Rabu, 18 Februari 09 - by : H. SUBHAN NUR, Lc
Allah s.w.t. berfirman dal Qs. Al Ahzab ayat 35, “Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Qs. Al Ahzab: 35)

Wanita merupakan makhluk yang memiliki berbagai "kemudahan" yang tidak dimiliki oleh kaum lelaki. Wanita lebih mudah dan lebih berpotensi menjadi ahli surga, demikian pula wanita lebih mudah dan lebih berpotensi menjadi ahli neraka. Hal ini sebagaimana yang diungkapkan oleh Rasulullah s.a.w. bahwa mayoritas penghuni surga adalah wanita, dan di kesempatan lain beliau menyatakan bahwa mayoritas penghuni neraka adalah wanita.

Kata kunci status itu terletak pada keiffahan diri wanita dengan berbagai perspektif. Sabda pertama merupakan bentuk kabar gembir bagi wanita yang mampu menjaga keiffahan dirinya, dan sabda kedua merupakan peringatan bahwa wanita lebih berpotensi menjadi penghuni neraka jika tidak menjaga keiffahan dirinya.

Dalam ayat di atas terdapat 10 (sepuluh) karakter ideal wanita muslimah dalam upaya menyelamatkan diri dari kelompok mayoritas di neraka. Dalam ayat ini, karakter-karakter wanita disandingkan dengan laki-laki. Hal ini memiliki tujuan:

1. Penyebutan wanita disandingkan dengan laki-laki menunjukkan bahwa wanita memiliki potensi yang sama dalam pencapaian keimanan dan ketaqwaan, memiliki potensi spiritual dan tingkatan aplikasi keagamaan yang sama dengan laki-laki. Hanya saja, wanita memiliki sembilan kali lipat dari hawa nafsu laki-laki yang menyebabkan wanita didominasi oleh hawa nafsu sehingga menutup potensi spiritualnya.

Banyak sekali tokoh-tokoh wanita yang memiliki kualitas ibadah yang sama bahkan mengungguli kaum lelaki.

2. Pada umumnya, wanita memiliki tingkat pelaksanaan ibadah yang lebih rendah dibanding kaum laki-laki. Oleh karena itu, suami yang baik diwajibkan mengajak dan membimbing istrinya untuk melaksanakan ibadah yang ia lakukan.

3. Adanya tuntutan kafa`ah (kesamaan kualitas) antara suami dan istri dalam masalah ibadah. Oleh karena itu, keteladanan ibadah dari pihak suami menjadi unsur urgent dalam memunculkan kafa`ah.

4. Kewajiban membentuk iklim rumah tangga dengan nuansa nilai-nilai ketuhanan dan moralitas melalui sikap saling memberikan berwasiat dalam kebaikan, saling membantu (tawa’un) dalam pelaksanaan ibadah dan saling mengingatkan. Iklim inilah yang akan mendatangkan ampunan dan limpahan rahmat dari Allah s.w.t. sebagaimana disebutkan di ujung ayat, “Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.”
Adapun kriteria wanita idaman Allah dan Rasul-Nya secara jelas sebagai berikut:


Pertama: Al Muslimaat (Wanita Yang Patuh dan Tunduk Kepada Allah).
Allah s.w.t. menempatkan kriteria pertama wanita yang diidamkan oleh-Nya dan Rasul-Nya adalah muslimah yaitu wanita yang memiliki kepatuhan diri secara utuh kepada Allah s.w.t., dan berupaya keras (mujahadah) dalam mempertahankan keIslamannya.

Keislaman merupakan gerbang pertama memasuki zona Allah sebelum ia memaksimalkan potensi spiritualnya dalam meningkatkan derajat keimanan dan ketaqwaan. Sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w., "Islam adalah bahwa kamu bersaksi bahwasanya tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, kamu mendirikan shalat, menunaikan zakat, melaksanan haji ke bait haram dan berpuasa di bulan Ramadhan."


Kedua : Al Mu`minaat (Wanita Yang Beriman).

Keimanan merupakan barometer kualitas keIslaman melalui pelaksanaan ibadah individual dan ibadah social dalam kehidupan nyata. Iman adalah wadah, dan amal adalah isinya, sehingga seseorang akan diberikan predikat Islam, Iman, fasiq, dan munafik sesuai kepada isi wadah keimanan.

Kalau kita ibaratkan iman dengan piring maka amal adalah isinya, dan piring akan disebut sesuai dengan isinya, jika piring itu diisi nasi maka disebut sepiring nasi, jika diisi dengan ubi maka disebut sepiring ubi, jika diisi dengan kacang maka disebut sepiring kacang, apapun bahan dasar piring tersebut dari kaca, keramik, atau Kristal maka ia tetap disebut sesuai dengan isinya.

Oleh karena itu, seorang wanita yang menjadi idaman Allah s.w.t. senantiasa mengutamakan isi daripada penampilan luar, ia selalu disibukkan melakukan amal kebaikan daripada mendandani diri dengan make up.

Di masa permulaan Islam, terdapat sosok wanita muslimah yang selalu mendakwahkan laki-laki kafir yang hendak menikahinya untuk beriman terlebih dahulu, yaitu Ummu Sulaim bin Milhan bin Khalid bin Zaid bin Haram r.a. Imannya tidaklah sekedar kata-kata yang terucap dan Islamnya tidak seperti orang-orang Islam lainnya, tetapi ia memahami arti keIslamannya berupa aqidah yang dipahami, diamalkan, dan bertopang pada asas Islam, sifat tanggungjawab dan amanah ditunaikan kepada orang lain.

Suatu hari ia menghampiri suaminya dengan penuh rasa cinta, rasa kasih dan keharmonisan untuk mengajaknya untuk masuk Islam tetapi suaminya menolak, seraya bertanya, "apakah itu Shabut? Ummu Sulaim menjawab: "Apa itu Shabut, tetapi aku telah beriman kepada laki-laki itu (Nabi Muhammad s.a.w.). Ia terus berupaya agar suaminya tunduk kepada agama Allah dan melepaskan diri dari kesesatan Jahiliyyah, namun selalu menolak, dan ia harus tetap bersabar.

Kemudian Ummu Sulaim menghampiri putranya yang bernama Anas, lalu ia memulai menuntunnya mengucapkan syahadat, ia berkata: Ucapkanlah: Aku bersaksi bahwasanya tiada tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah. Lalu putranya mengucapkan syahadat itu. Ketika suaminya mengetahui kejadian ini, seraya berkata: "Janganlah kamu merusak putraku". Ummu Sulaim menjawab: "Aku tidak merusaknya, tetapi itu adalah salah satu tanggungjawab ibu di rumah."

Akhirnya Ummu Sulaim terus hidup bersama suaminya hingga akhirnya mati terbunuh dalam perjalanan menuju Syam.

Setelah kematian suaminya, Abu Thalhah datang untuk meminang Ummu Sulaim, namun ia menolak pinangan itu. Kemudian Abu Thalhah yang masih kafir datang untuk kedua kalinya. Namun Ummu Sulaim tetap menolak pinangan itu. Akhirnya Thalhah pun penasaran ingin mengetahui alasannya, Ummu Sulaim berkata: Wahai Abu Thalhah, apa pendapatmu tentang batu yang kamu sembah, atau kayu yang diukir oleh tukang kayu untukmu, apakah ia bisa mencelakakanmu atau memberimu manfaat?". Sungguh perkataan Ummu Sulaim merasuk ke dalam hatinya, dan ia berpikir panjang. Lalu Ummu Sulaim melanjutkan perkataannya: "Oleh karena itu, aku tidak mesti menikah dengan laki-laki musyrik, tidakkah kamu sadari wahai Abu Thalhah bahwa tuhan-tuhanmu yang kamu sembah itu dipahat oleh budak dari keluar tukang kayu, dan jika kamu menyalakan api pastilah akan terbakar."

Hari terus berlalu dan Abu Thalhah terus merenungi ucapan Ummu Sulaim itu. Lalu ia mendatangi Ummu Sulaim untuk ketiga kalinya, dan Ummu Sulaim membalas dengan ucapan yang sama, lalu ia menemui Ummu Sulaim yang keempat kalinya, Ummu Sulaim berkata: Tidakkah kamu sadari wahai Abu Thalhah, bahwa tuhan yang kamu sembah hanyalah pohon yang tumbuh di bumi, lalu dipahat oleh budak bani fulan? Thalhah menjawab: Benar!.

Ummu Sulaim berkata: Tidakkah kamu malu bersujud kepada sebatang kayu yang tumbuh di bumi lalu dipahat oleh budak dari bani fulan? Apakah kamu ingin bersaksi bahwasanya tiada tuhan selain Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah, niscaya aku akan menikah denganmu tanpa mahar selain itu?!!
Abu Thalhah berkata: Berikan aku waktu untuk berpikir.

Kemudian Abu Thalhah pergi memikirkan tawaran Ummu Sulaim sampai ia menyakini keimanan itu, dan terbuka hatinya menerima petunjuk, lalu ia datang kembali dan berkata: "Aku bersaksi bahwasanya tiada tuhan selain Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah".
Ummu Sulaim berkata kepada putranya: "Wahai Anas, bangunlah dan nikahilah Abu Thalhah".
Demikianlah sebuah pernikahan terjadi dengan mahar yang lebih mulia dari mahar seorang wanita muslimah yaitu Keislaman Abu Thalhah. Inilah gambaran hakekat keimanan, dan ini sebuah kesadaran yang benar bagi seorang muslimah.

Inilah potret wanita muslimah pendakwah yang konsisten di jalur dakwah, bertekad kuat dengan aqidahnya dan ia tidak menerima pengganti aqidahnya hingga ia sampai kepada puncak sebagaimana yang dikatakan oleh Nabi s.a.w., “Sungguh jika Allah memberikan petunjuk kepada seseorang karena sebabmu adalah lebih baik bagimu daripada dunia beserta isinya.” (HR. Bukhari)


Ketiga: Al Qaanitaat (Wanita Ahli Ibadah).

Kata 'qaanitat' berasal dari kata 'qanata yaqnutu qunuutan' yang artinya taat. Sedangkan menurut imam Qusyairi dalam tafsirnya berpendapat bahwa kata 'qunuut' Artinya 'thuulul 'ibadah' (lama beribadah). Sedangkan menurut imam Fakhrurrozi dalam tafsirnya mengatakan bahwa kata 'qunuut' artinya perpaduan antara keislaman dan keimanan yang menghasilkan rasa taat dan patuh kepada Allah dan Rasul-Nya.

Dari definisi ini, seorang wanita dituntut konsistensi dalam melaksanakan ibadah baik ibadah wajib ataupun ibadah sunnah, karena Allah s.w.t. memberikan perintah secara tegas dan khusus kepada kaum wanita untuk taat kepada Allah s.w.t. dan Rasul-Nya, sebagaimana dalam firman-Nya,

"Dan barang siapa diantara kamu sekalian (isteri-isteri Nabi) tetap taat kepada Allah dan rasul-Nya dan mengerjakan amal yang saleh, niscaya kami memberikan kepadanya pahala dua kali lipat dan kami sediakan baginya rezki yang mulia." (Qs. Al Ahzab: 31).

Meskipun perintah ini bersifat khusus kepada istri-istri Nabi s.a.w., tetapi substansi perintah bersifat umum untuk semua kaum wanita sebagaimana menurut kaidah ushul fiqih:

العبرة ليست بخصوص السبب بل بعموم اللفظ

"Substansi sebuah perintah tidak berdasarkan kekhususan sebab tetapi keumuman lafazh."


Keempat: Ash-Shadiqaat (Wanita Yang Jujur).

Yaitu wanita yang membiasakan kejujuran lisan, kejujuran hati, kejujuran tindakan dan kejujuran sikap sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya. Refleksi jujur harus disertai dengan sikap pembenaran terhadap perkataan yang dilontarkan atau perbuatan yang dilakukan, karena perkataan yang tidak disertai pembenaran adalah kebohongan, dan perbuatan yang tidak disertai pembenaran adalah kekufuran. Hal ini sebagaimana firman Allah s.w.t., "Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah dan mendustakan kebenaran ketika datang kepadanya? bukankah di neraka Jahannam tersedia tempat tinggal bagi orang-orang yang kafir?. Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka Itulah orang-orang yang bertakwa." (Qs. Az Zumar: 32-33)

Oleh karena itu, wanita idaman Allah s.w.t. berupaya keras untuk tidak berkata dusta, berghibah, mencaci, memfitnah dan lainnya karena sebuah itu adalah bentuk perkataan yang pasti tidak disertai pembenaran dari lubuk hati.


Kelima: Ash-Shaabiraat (Wanita Yang Sabar Dan Pejuang).

Kesabaran terbagi menjadi 3 (tiga) hal: pertama, Kesabaran dalam menjalankan perintah Allah yaitu sabar dengan tidak mengungkit-ungkit kebaikan yang dilakukan dan ketika mendapatkan rintangan, ujian, dan cobaan dalam menjalankan ajaran. Kedua, kesabaran dalam meninggalkan larangan Allah s.w.t. yaitu menahan diri berbuat dosa dan kejahatan meskipun sesuai dengan keinginan hawa nafsu tetapi bertentangan dengan keinginan Allah s.w.t. Ketiga, sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan kehidupan. Namun inti dari kesabaran yaitu upaya mempertahankan keimanan agar tidak melemah akibat dosa dan tidak hilang akibat ujian.


Keenam: Al Khasyi’aat (Wanita Yang Khusyu’).

Khusyu' menurut bahasa berarti diam dan tenang. Menurut Prof. Dr. Quraish Shihab bahwa khusyu' adalah kondisi khusus yang terdapat dalam benak seseorang terhadap obyek khusyu'nya, sehingga yang bersangkutan mengarah sepenuh hati kepadanya sambil mengabaikan yang lain. Dalam ibadah shalat, khusyu' adalah kondisi jiwa yang diliputi raya takut jangan sampai shalatnya tertolak. Dalam membaca Al Qur'an adalah keasyikan jiwa yang disertai penjiwaan terhadap kandungan ayat, sehingga ia terlelap dalam lantunan qira`ah dan tadabbur Al Qur'an serta merasakan desiran ombak yang menghujam ke jiwanya.

Allah s.w.t. memerintahkan kepada para pembaca untuk menyempurnakan bacaannya dengan tadabbur karena dapat membuat hati yang terkunci, Allah s.w.t. berfirman, "Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci?". (Qs. Muhammad: 24).

Abu Sayyar berkata: Amir bin Malik Al Bahrani berkata, Di suatu malam aku menginap di rumah Munifah binti Abu Thariq. Aku melihatnya selalu mengulang-ulang ayat ini dari awal hingga akhir malam, yaitu firman Allah s.w.t.,

"Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu? barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, Maka Sesungguhnya ia Telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus." (Qs. Ali Imran: 101).


Ketujuh: Ash-Mutashaddiqaat (Wanita Yang Gemar Bershadaqah).

Bershadaqah merupakan salah satu perhiasan rumah tangga yang dilestarikan dalam rumah tangga muslim, karena shadaqah akan menarik cinta Allah, cinta para malaikat dan cinta manusia. Rumah yang dihiasi shadaqah senantiasa dipenuhi dengan naungan perlindungan Allah, keberkahan dari-Nya, dan menambah keharmonisan rumah tangga.

Terdapat ribuan fadhilah shadaqah baik yang bersifat materil secara langsung ataupun non materil, oleh karena itu, anggota rumah tangga khususnya istri harus menjadikan bershadaqah sebagai "hobi".
Dalam rangka memacu hobi ini, Rasulullah s.a.w memberikan keleluasaan kepada istri untuk bershadaqah dengan memberikan makanan kepada kerabat atau orang yang membutuhkan, beliau bersbada, "Apabila seorang wanita berinfaq dari makanan yang berada di rumahnya, dengan tidak menghabiskannya, maka ia akan mendapatkan pahala atas apa yang diinfaqkan itu dan suaminya pun juga mendapatkan pahala atas usahanya mencari rezeki itu. Begitu pula dengan pegawainya yang memasak juga mendapatkan pahala yang sama, di mana masing-masing tidak mengurangi pahala yang lain." (HR. Bukhari)

Dalam hal ini, terdapat 2 (dua) wanita yang patut diteladani oleh para istri orang mukmin dalam bershadaqah, yaitu Aisyah r.a. dan Zainab binti Jahsin r.a.:

1. Aisyah r.a.

Abdullah bin Zubair, ia berkata, “Aku tidak pernah melihat wanita yang lebih dermawan dari Aisyah dan Asma’, dan kedermawanan keduanya berbeda.” Adapun Aisyah lebih mengumpulkan sesuatu dan jika telah terkumpul maka ia membagikannya, sedangkan Asma tidak pernah menahan sesuatu pun sampai esok hari.


2. Zainab binti Jahsyin (Istri Rasulullah)

Aisyah pernah bercerita ketika seluruh istri Rasulullah s.a.w sedang berkumpul, beliau bersabda, "Di antara kalian yang lebih dahulu bertemu denganku di hari kiamat kelak adalah yang paling panjang tangannya." Lalu para isteri beliau saling mengukur tangan siapakah yang paling panjang, setelah diukur ternyata tangan Zainablah yang paling panjang di antara kami kami karena ia sering beramal dan bersedekah dengan tangannya. (HR. Muslim 7/144)


Kedelapan : Ash-Shaa`imaat (Wanita Yang Gemar Berpuasa).

Menurut Imam Baidhawi dalam tafsirnya bahwa yang dimaksud dengan puasa disini adalah puasa wajib yaitu puasa di bulan Ramadhan. Alasannya, karena pelaksaan puasa sunnah bagi wanita yang sudah menikah amat bergantung kepada idzin suami sehingga konteks kata ash-shaa`imaat disini adalah puasa wajib. Sedangkan menurut imam Fakhururrazi dalam tafsirnya mengatakan bahwa kata ash-shaa`imaat merupakan isyarat bagi orang-orang yang syahwat perutnya tidak menghalangi mereka dari beribadah kepada Allah. Penekanan pada puasa wajib karena kaum wanita seringkali mengabaikan qadha puasanya hingga menunda sampai bulan Sya'ban padahal ia bisa melaksanakan qadha puasa dengan segera, karena tuntutan dalam pelaksanaan ibadah adalah segera.

Selain itu pula, wanita dibolehkan melaksanakan puasa sunnah selama tidak mengganggu hak-hak suaminya, karena ibadah sunnah tidak dapat menggugurkan ibadah wajib atau ibadah sunnah boleh dibatalkan jika menghalangi ibadah wajib. Sebagaimana yang dilakukan oleh Aisyah r.a. yang seringkali melakukan ibadah baik ketika Nabi s.a.w. masih hidup ataupun sudah wafat, sebagaimana penuturan Al Qasim, ia berkata: Adapun Aisyah berpuasa sepanjang hari. Sebagaimana hadits dari Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda, “Jika seorang wanita shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya, dan mentaati suaminya niscaya ia akan masuk surga dari pintu-pintu yang ia inginkan.” (HR. Ibnu Hibban dan Thabrani)


Kesembilan: Al Hafizhaat (Wanita Yang Menjaga Kehormatan).

Kemampuan menjaga kehormatan diri dari perbuatan haram merupakan karunia besar dan nikmat dari Dzat Yang Maha Mulia. Ketahuilah, bahwa kemuliaan seorang wanita diukur dari sejauh mana ia menjaga kehormatan dirinya melalui cara berbusana, cara bertutur kata, cara berjalan dan lain sebagainya. Oleh karena itu, Allah s.w.t. dan Rasul-Nya memberikan perintah khusus yang tidak dibebankan kaum laki-laki demi menjaga kemuliaan dan kehormatan wanita yaitu memakai jilbab, tidak keluar kecuali dengan mahramnya, tidak melembutkan ucapan kepada orang fasiq, dan tidak menghias diri seperti kaum jahiliyyah. Sebagaimana firman Allah s.w.t.,

"Hai nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, Karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Qs. Al Ahzaab: 59)

Makna Jilbab dalam ayat ini ialah sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, muka dan dada.

Dalam ayat lain Allah s.w.t. memerintahkan wanita untuk tidak melembutkan perkataan agar tidak menimbulkan daya tarik orang-orang yang dalam hatinya terdapat penyakit,

"Hai isteri-isteri nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik." (Qs. Al Ahzaab: 32)

Yang dimaksud dengan tunduk di sini ialah berbicara dengan sikap yang menimbulkan keberanian orang bertindak yang tidak baik terhadap mereka.

Meskipun secara tersurat ayat ini ditujukan secara langsung kepada istri-istri Nabi s.a.w. namun secara tersirat substansi perintah berlaku untuk semua wanita muslimah.


Kesepuluh: Adz-Dzaakiraat (Wanita Yang Banyak Berdzikir).

Dzikir termasuk ibadah yang termudah karena tidak mengorbankan tenaga, waktu atau harta. Seorang muslim dapat berdzikir tiap waktu dan tiap tempat, bahkan wanita haidh dan nifaspun bisa melakukannya. Berdzikir adalah ibadah yang amat dicintai oleh Allah s.w.t. dan memberikan ganjaran berlipat ganda, Dia memberikan ganjaran yang tidak diberikan pada ibadah selainnya.

Dzikir adalah ibadah tiap waktu dan tiap tempat, bahkan tatkala seseorang mengadukan problem maksiat dan tidak mampu untuk istiqamah, maka jawabannya: “ingatlah Allah”.

Dalam membina rumah tangga, suami dan istri harus memiliki kesamaan visi dalam membangun rumah tangga idaman yaitu saling menolong dalam berdzikir. Rasulullah s.a.w. memberikan kriteria ringan agar suami dan istri tergolong orang yang banyak berdzikir, beliau bersabda, "Jika seorang laki-laki membangunkan istrinya di malam hari untuk shalat malam, kemudian kedua melaksanakan shalat niscaya keduanya tercatat sebagai laki-laki dan perempuan yang gemar berdzikir."

Dzikir dalam rumah tangga adalah bahan bangunan yang akan mengokohkan bangunan rumah tangga penuh dengan nuansa sakinah, mawaddah dan rahmah, jika bahan bangunan tersebut terkikis akibat berhentinya dzikir maka sirnalah keharmonisan rumah tangga.

Hakim bin Muhammad berkata: Aku telah mendengar bahwasanya rumah-rumah di surga dibangun dengan (bahan) dzikir, jika mereka berhenti berdzikir, maka para malaikat berhenti membangun. Lalu malaikat ditanya dengan sebab berhenti membangun, mereka menjawab, “Hingga datang bahan-bahan kepada kami.”

Untuk itu, meskipun seorang isteri memiliki kesibukan yang luar biasa dalam mengurusi rumah tangga, namun janganlah melupakan diri untuk tidak berdzikir setiap hari, luangkanlah waktu untuk berkomunikasi dengan Allah s.w.t. karena Dia memerintahkan kepada isteri-isteri Rasulullah s.a.w. untuk menghiasi rumah dengan membaca Al Qur'an dan membaca hadits Rasulullah s.a.w, "Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah (sunnah Nabimu). Sungguh, Allah Maha Lembut, Maha Mengetahui." (Qs. Al Ahzab: 34)


Penutup

Itulah 10 (sepuluh) kriteria yang menuntun kaum wanita dan para isteri untuk menjadi idaman Allah s.w.t. dan Rasul-Nya dengan menanamkan semua kriteria tersebut dalam wadah keimanan. Semua itu adalah perhiasan sesungguhnya bagi kaum wanita, perhiasan yang menjanjikan kecantikan lahir dan bathin dan kelak akan ditukarkan dengan perhiasan yang disiapkan Allah s.w.t. di surga. Siapa yang tidak menggunakan perhiasan ini di dunia, kelak ia tidak akan mengenakan perhiasan di surga kelak. Jadilah wanita idaman Allah s.w.t dan Rasul-Nya. Allahumma Ihdinash shiraathal mustaqiim
Institut Manajemen Masjid : http://www.immasjid.com
Versi Online : http://www.immasjid.com/?pilih=lihat&id=762

Pendidikan Bermutu di tengah Pentas Budaya Instan

Pendidikan merupakan kebutuhan sepanjang hayat. Setiap manusia membutuhkan pendidikan, sampai kapan dan dimanapun ia berada. Pendidikan sangat penting artinya, sebab tanpa pendidikan manusia akan sulit berkembang dan bahkan akan terbelakang. Dengan demikian pendidikan harus betul-betul diarahkan untuk menghasilkan manusia yang berkualitas dan mampu bersaing, di samping memiliki budi pekerti yang luhur dan moral yang baik.




Zaman sudah berubah. Semua orang maunya serba cepat. Jadinya, cenderung mengabaikan proses tapi ingin segera mendapat hasil. Apalagi di negara dengan etos kerja rendah seperti Indonesia. Akibatnya, budaya instan mulai masuk ke setiap kehidupan kita. Hidup di zaman modern seperti sekarang ini segala sesuatu dapat kita dapatkan dengan mudah, praktis dan cepat. Kemajuan teknologi telah memanjakan kita. Mau ngobrol dengan rekan atau saudara yang bermukim di belahan dunia lain, tinggal angkat telepon atau buka internet. Ingin belanja atau makan di restoran tapi malas keluar, tinggal pesan lewat telepon atau beli lewat situs. Mau transaksi —transfer uang, bayar listrik, kartu kredit, beli pulsa— tidak perlu susah-susah ke bank atau ATM. Semua bisa dilakukan lewat handphone. Bagi cewek-cewek yang ingin rambut panjang tidak perlu harus menunggu sampai berbulan-bulan. Cukup tunggu ½ jam saja dengan teknik hair extension, rambut bisa panjang sesuai keinginan.




Maklum, orang makin sibuk. Malas direpotkan dengan hal-hal ribet. Maunya serba instan. Salahkah itu?, selama masih mengikuti hukum alam, serba instan itu sah-sah saja. “Hidup yang baik dan sukses adalah hidup yang sesuai dengan proses alam”. Sampai level tertentu teknologi bisa kita pakai untuk mempercepat hal-hal yang bisa dipercepat sesuai hukum alam. Kemajuan teknologi dan tuntutan zaman, memungkinkan kita mendapatkan sesuatu serba cepat. Tetapi tidak asal cepat. Kualitas harus tetap terjaga. “Padi 100 hari baru panen itu bagus”. Tapi ingat itu ada yang bisa dipercepat. Mestinya, hasilnya harus lebih baik. Jadi, cepat, baik dan bermutu harus berlangsung bersama.




Sayangnya, yang terjadi justru sebaliknya. Mendapatkan sesuatu dengan mudah membuat orang enggan bersusah payah. Tak mau melewati proses. Alias malas. Yang penting cepat !. Bermutu atau tidak, itu urusan nanti. Berorientasi hanya pada hasil. Proses tidak penting. Parahnya, “virus” itu sudah menyebar ke berbagai aspek kehidupan. Ingin sukses dengan cara instan. Jadilah, banyak orang korupsi, punya gelar palsu, beli skripsi, ijazah aspal, asal lulus, cepat kaya lewat penggandaan uang dan lain sebagainya. Kalau memang berat, membosankan dan ketinggalan zaman mengapa kita harus bermutu? Kalau ada cara cepat yang memberi hasil, mengapa tidak dicoba?. Lebih lanjut, sekarang ini sudah terjadi pergeseran nilai di masyarakat. Orang makin individualis dan cenderung melecehkan hak orang lain. Untuk mengejar kesuksesannya, orang tak ragu-ragu mengorbankan orang lain.




Pendidikan Cenderung Dibisniskan.




Munculnya berbagai cara yang mengarah pada pelanggaran etika akademik yang dilakukan perguruan tinggi kita untuk memenangkan persaingan, menunjukkan bahwa pendidikan kini cenderung dipakai sebagai ajang bisnis. Pola promosi yang memberikan kemudahan dan iming-iming hadiah merupakan suatu gambaran bahwa perguruan tinggi tersebut tidak ada inovasi dalam hal kualitas pendidikan. Kecenderungan tersebut akan menghancurkan dunia pendidikan, karena akhirnya masyarakat bukan kuliah untuk meningkatkan kualitas diri, melainkan hanya mengejar gelar untuk prestise. Kondisi pendidikan tinggi saat ini cukup memprihatinkan. Ada PTS yang mengabaikan proses pendidikan. Bahkan ada PTS yang hanya menjadi mesin pencetak uang, bukan menghasilkan lulusan yang berkualitas. Hal Ini yang membuat persaingan menjadi semakin tidak sehat.




Produk lulusan perguruan tinggi yang proses pendidikannya asal-asalan dan bahkan akal-akalan, juga cenderung menghalalkan segala cara untuk merekrut calon mahasiswa sebanyak-banyaknya, dengan promosi yang terkadang menjebak dengan iming-iming hadiah yang menggiurkan. Apakah ini gambaran pendidikan berkualitas ?. Bahkan ada beberapa PTS di Jakarta yang memainkan range nilai untuk meluluskan mahasiswanya, karena mereka takut, ketika selesai ujian akhir (UTS/UAS) banyak mahasiswanya yang tidak lulus alias IP/IPK nasakom. Sehingga mereka lulus dengan angka pas-pasan yang sebenarnya mahasiswa tersebut tidak lulus. Dalam hal ini semua pihak harus melakukan introspeksi untuk bisa memberi pelayanan pendidikan yang berkualitas. Kopertis, harus bersikap tegas menindak Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang melanggar dan mensosialisasikan aturan yang tak boleh dilanggar oleh PTS. Pengelola perguruan tinggi juga harus menghentikan semua langkah yang melanggar aturan. Kunci pengawasan itu ada secara bertahap di tangan Ketua Program Studi, Direktur, Dekan, Rektor dan Ketua Yayasan.


Tantangan Lulusan Sarjana di Era Informasi.




Ketika para sarjana memadati berbagai arena bursa kerja untuk menawarkan ilmu dan ijazah mereka, iklan-iklan penerimaan mahasiswa baru juga nyaris memenuhi halaman-halaman surat kabar. Dua fenomena tersebut ironis. Promosi Perguruan Tinggi untuk menjaring calon mahasiswa sama "gencarnya" dengan peningkatan pengangguran lulusan. Di sisi lain, perlu diajukan pertanyaan, kualifikasi apakah sebenarnya yang disyaratkan oleh para pencari tenaga kerja lulusan sarjana Perguruan Tinggi ini ?




Jawaban yang diperoleh para peneliti umumnya adalah campuran kualitas personal dan prestasi akademik. Tetapi pencari tenaga kerja tidak pernah mengonkretkan, misalnya, seberapa besar spesialisasi mereka mengharapkan suatu program studi di Perguruan Tinggi. Kualifikasi seperti memiliki kemampuan numerik, problem-solving dan komunikatif sering merupakan prediksi para pengelola Perguruan Tinggi daripada pernyataan eksplisit para pencari tenaga kerja. Hasil survei menunjukkan perubahan keinginan para pencari tenaga kerja tersebut adalah dalam hal kualifikasi lulusan Perguruan Tinggi yang mereka syaratkan.




Tidak setiap persyaratan kualifikasi yang dimuat di iklan lowongan kerja sama penting nilainya bagi para pencari tenaga kerja. Dalam prakteknya, kualifikasi yang dinyatakan sebagai "paling dicari" oleh para pencari tenaga kerja juga tidak selalu menjadi kualifikasi yang "paling menentukan" diterima atau tidaknya seorang lulusan sarjana dalam suatu pekerjaan.




Yang menarik, tiga kualifikasi kategori kompetensi personal, yaitu kejujuran, tanggung jawab, dan inisiatif, menjadi kualifikasi yang paling penting, paling dicari, dan paling menentukan dalam proses rekrutmen. Kompetensi interpersonal, seperti mampu bekerja sama dan fleksibel, dipandang paling dicari dan paling menentukan. Namun, meskipun sering dicantumkan di dalam iklan lowongan kerja, indeks prestasi kumulatif (IPK) sebagai salah satu indikator keunggulan akademik tidak termasuk yang paling penting, paling dicari, ataupun paling menentukan.




Di sisi lain, reputasi institusi Pendidikan Tinggi yang antara lain diukur dengan status akreditasi program studi sama sekali tidak termasuk dalam daftar kualifikasi yang paling penting, paling dicari, ataupun paling menentukan proses rekrutmen lulusan sarjana oleh para pencari tenaga kerja.




Ada kecenderungan para pencari tenaga kerja "mengabaikan" bidang studi lulusan sarjana Dalam sebuah wawancara, seorang kepala HRD sebuah bank di Cirebon menegaskan, kesesuaian kualitas personal dengan sifat-sifat suatu bidang pekerjaan lebih menentukan diterima atau tidaknya seorang lulusan Perguruan Tinggi. Misalnya, posisi sebagai kasir bank menuntut kecepatan, kecekatan, dan ketepatan. Maka, lulusan sarnaja dengan kualitas ini punya peluang besar untuk diterima meskipun latar belakang bidang pendidikannya tidak sesuai. Kepala HRD itu mengatakan, "Saya pernah menerima Sarjana Pertanian dari Bogor sebagai kasir di bank kami dan menolak Sarjana Ekonomi manajemen dari Bandung yang IPK-nya sangat bagus."



Kualifikasi-kualifikasi yang disyaratkan dunia kerja tersebut penting diperhatikan oleh pengelola Perguruan Tinggi untuk mengatasi tidak nyambung-nya antara Perguruan Tinggi dengan dunia kerja dan pengangguran lulusan. Jika pembenahan sistem seleksi mahasiswa baru dimaksudkan untuk menyaring mahasiswa sesuai kompetensi dasarnya, perhatian pada kualifikasi yang dituntut pasar kerja dimaksudkan sebagai patokan proses pengolahan kompetensi dasar tersebut. Untuk itu semua, kerja sama Perguruan Tinggi dan dunia kerja adalah perlu.

Gaul kunci kesuksesan

Metode yang paling tepat untuk meraih kesuksesan adalah dikenal dan mengenal banyak orang. Karena itu, sebagaimana yang termaktub di buku Eileen Rachman & Petrina Omar, Gaul Meraih Lebih Banyak Kesempatan, salah satu kunci sukses kita adalah “mau membuka diri untuk memasuki setiap kesempatan dan melakukan kontak dengan orang lain”. Begitu kita mau membuka diri, bergaul dengan banyak orang, dunia luas pun terbentang di depan mata. Hasilnya, bersiaplah merengkuh lebih banyak kesempatan besar! Besarnya kesempatan itu acapkali tak terduga. Contohnya, liat nih… gambaran dari Eileen Rachman & Petrina Omar: Contoh, seorang fotografer yang punya keterampilan yang sangat prima dan memahami teknik fotogafi tercanggih, sayangnya dia tidak menemukan alasan untuk maju. Setiap kali ditanya mengapa dia tidak membuat pameran, dia selalu meragukan tentang siapa nanti yang akan datang. Ketika dipaksa untuk membuat daftar kenalannya, dia sendiri terkejut karena orang yang dikenalnya ternyata banyak juga. Dan, ketika pameran pun digelar, dia berhasil meraup sukses; banyak permintaan foto, bahkan ada yang mengajaknya bermitra. Dari contoh di atas, terlihat bahwa fotografer ini sesungguhnya punya banyak kenalan, tetapi tidak berusaha menghidupkannya. Hubungan pertemanan pun menjadi mubazir. Tapi, begitu ia memanfaatkannya, ia menemukan begitu banyak pintu yang mengajaknya ke dunia yang lebih luas. That’s the power of network. Itulah keampuhan jejaring pergaulan. Itulah kekuatan gaul. Kekuatannya tidak hanya berlaku bagi si kaya, tapi juga bagi miskin. Kalau si miskin sudah membina hubungan sedini mungkin, sejak belia, dengan banyak orang yang berposisi strategis atau yang berdaya-beli tinggi, sangat kuatlah jejaringnya. Dengan kuatnya jejaringnya, bisa kita bayangkan betapa besar peluang suksesnya bila kemudian dia berwiraswasta seperti si fotografer tadi atau pun ambil bagian dalam bisnis yang berbasis MLM, seperti Amway, Tianshi, dll.. Kalau pun nganggur dan tak mampu berwiraswasta, lowongan pekerjaan lebih terbuka. Bagaimanapun, orang pada umumnya lebih suka mempekerjakan tenaga kerja yang sudah dikenal dengan baik daripada yang belum dikenal sama sekali. Lawan-Jenis Pun Pintu Rezeki Sebagian saudara kita menyangka, keampuhan jejaring sesama-jenis sudah memadai sebagai kendaraan pencapai kesuksesan. Mereka enggan menjalin hubungan dengan lawan-jenis. Kalau membentuk kelompok belajar, mereka tidak melibatkan lawan-jenis. Pinjam catatan kuliah atau pelajaran, cukup dari sesama jenis. Buntuh bantuan apa pun, lawan-jenis tak masuk hitungan. (“Emangnya, nggak ada temen pria yang bisa dipinjami catatan?” dalih si lelaki. “Emangnya, nggak ada temen cewek yang dapat dimintai bantuan?” dalih si gadis.) Pola pergaulan semasa remaja itu kemudian biasanya berlanjut terus. Saat cari penghasilan untuk penuhi kebutuhan hidup, mereka pun cenderung berhubungan dengan sesama jenis saja. Udah kebiasaan sih. Padahal, apakah kesempatan meraup rezeki itu datang hanya dari kenalan yang sesama-jenis? Kisah di bawah ini mudah2an lebih nyadarin kita, kenalan lain-jenis tuh penting banget. Dari Asma binti Abu Bakar, dia berkata: “… lalu datang kepadaku seorang lelaki yang berkata: ‘Wahai Ummu Abdullah, aku seorang laki-laki yang miskin dan aku ingin berjualan di sekitar pekarangan rumahmu ini.’ Asma berkata: ‘Kalau aku perbolehkan bagimu, mungkin Zubair [suamiku] keberatan. Karena itu, marilah ikut aku dan sampaikanlah hal ini kepadaku di muka Zubair.’ Lalu lelaki itu datang dan berkata: ‘Wahai Ummu Abdullah, aku seorang laki-laki miskin dan aku ingin berjualan di sekitar pekarangan rumahmu ini.’ Asma berkata: ‘Apakah tidak ada tempat lain selain tempatku?’ Lalu Zubair berkata: ‘Mengapa kau larang laki-laki miskin ini berjualan?’ Akhirnya lelaki itu berjualan di situ hingga dia memperoleh keuntungan.” (Shahih Muslim, jilid 7, hlm. 12) Mungkin aja sih, si lelaki miskin minta ijin langsung di depan Zubair tanpa kenal Asma (Ummu Abdullah) lebih dulu. Tapi, kalo ini yang terjadi, bisa2 permintaannya bakal ditolak. Kenapa? Karena pada hadits tersebut tersirat, ijin itu baru diberikan setelah Zubair mengira, istrinya kurang menaruh perhatian pada si lelaki miskin. (Di kalangan shahabat, Zubair itu dikenal sebagai lelaki yang gampang cemburu, sedangkan Asma itu perempuan yang murah-hati.) Dari hadits Asma tersebut tersirat jelas, ada kalanya pintu rezeki itu bukan dari sesama-jenis, melainkan dari lawan-jenis. Sebab itu, kalau kita batasi pergaulan dengan sesama jenis saja, itu artinya kita tutup sebagian pintu rezeki yang disediakan Tuhan. Sebaliknya, bergaul dengan lawan-jenis itu melapangkan jalan bagi kita untuk meraup rezeki yang disediakan-Nya. Kalau rezeki kita seret lantaran terlalu membatasi pergaulan, karir kita mandeg alias jalan di tempat gara2 kurang gaul, layakkah kita kambing-hitamkan Tuhan dengan ucapan: “Yach… emang rezeki yang ditakdirkan buatku cuman segini. Mo apalagi?” Mo apalagi? Gaul, dong! Perbanyak kenalan, perakrab hubungan…

cerita humor

Pastikan dan membatalkan kartu kredit Anda sebelum Anda meninggal! Ini begitu penting dengan melihat apa yang terjadi dengan layanan pelanggan akhir-akhir ini!

Seorang wanita meninggal Januari lalu, dan bank ODBC menagihnya untuk bulan Februari dan Maret untuk biaya tahunan pada kartu kredit, dan kemudian ditambahkan biaya keterlambatan dan bunga atas biaya bulanan. Saldo yang sudah dilunasi sekarang bertambah menjadi Rp. 1.000.000.

Seorang anggota keluarga menelepon Bank ODBC:

Keluarga: "Saya menelepon untuk memberitahu Anda bahwa dia meninggal pada bulan Januari."

ODBC: "Akun tersebut tidak pernah ditutup dan biaya keterlambatan dan biaya masih berlaku."

Keluarga: "Mungkin Anda harus mengubahnya."

ODBC: "Karena dua bulan terakhir sudah muncul, maka tagihan itu tidak bisa dihapus."

Keluarga: "Jadi, apa yang akan mereka lakukan ketika Anda tahu dia sudah mati? "

ODBC: "Laporan account ke divisi fraud, atau laporan ke biro kredit, mungkin lebih baik!"

Keluarga: "Apakah Anda pikir Tuhan akan marah padanya?"

ODBC: "Maaf?"

Keluarga: "Apakah Anda hanya mendapatkan apa yang saya sedang memberi tahu Anda... bagian tentang dia yang mati? "

ODBC: "Pak, Anda harus berbicara dengan supervisor saya."

Supervisor mengambil telepon:

Keluarga: "Saya menelepon untuk memberi tahu Anda, dia meninggal pada bulan Januari."

ODBC: "Akun tersebut tidak pernah ditutup dan biaya keterlambatan dan biaya lain masih berlaku."

Keluarga: "Maksudmu kau ingin menyita asetnya? "

ODBC: (Terbata-bata) "Apakah Anda pengacaranya?"

keluarga: "Tidak, aku keponakannya yang besar."

ODBC: "Bisakah Anda fax kami sebuah sertifikat kematian?"

Keluarga: "Tentu."
(Nomor faks diberikan)

Setelah mereka mendapatkan faks:

ODBC: "Sistem kami saja tidak diatur untuk prosedur kematian. Saya tidak tahu apa lagi saya dapat lakukan untuk membantu."

Keluarga: "Nah, jika Anda mengetahuinya, bagus! Jika tidak, Anda hanya bisa meneruskan taagihannya. Saya tidak berpikir ia akan peduli."

ODBC: "Nah, biaya keterlambatan dan biaya melakukan masih berlaku."

Keluarga: "Apakah Anda seperti alamat penagihan yang baru?"

ODBC: "Itu bisa membantu."

Keluarga: "Cemetery Memorial Rookwood, 1249 Rd Centenary, Nomor Plot 1049."

ODBC: "Pak, itu kuburan!"

Keluarga: "Nah, apa yang yang Anda lakukan dengan orang-orang mati di planet Anda?"
Sent by: e-ketawa on Jun 5th, 2011 | Rate it and send to friend

Kutipan Motivasi Hari Ini Mario Teguh dan Kawan-Kawan

Category: Humor Umum

Motivasi hari ini oleh Mario Teguh dan kawan-kawannya, semoga termotivasi :

"Hentikanlah kebiasaanmu membandingkan kekuranganmu dengan kelebihan orang lain."
(Mario Teguh)

"Bila anda gagal hari ini, jangan pernah menyerah. Ulangi terus kegagalan anda sampai atasan/komandan anda menyerah."
(Mario Tegar)

"Jangan pernah menyerah... Benturkanlah kepala anda ditembok atau batu, maka akan keluar darah/minimal benjol."
(Mario Bross)

"Jika modal usaha Anda habis untuk aktivitas usaha Anda, setor terus modal Anda sekalipun tidak mendatangkan hasil bila kurang gadaikan saja apa yg bisa jd uang."
(Mario Tekor)

"Tak ada pekerjaan yg berat. Pekerjaan seberat apapun akan terasa ringan apabila tidak dikerjakan"
(Mario Ngeluh)

"Jika anda merasa lelah dengan pekerjaan anda, maka tidurlah, maka 1 masalah sudah terselesaikan."
(Mario Tepar)

"Jangan pernah mikir kerjaan terus, enjoy ur life, forget about everything that's bothering u... let's get this party started!"
(Mari yo Dugem Mareee)

"Mulai dari yang mudah dan ringan, yang rumit dan berat nanti juga ada org lain yang ngerjain..."
(Mario Tega)

"Mulailah dari yang kecil... karena semua yang besar dulunya juga kecil."
(Mario Erot)

Kesuksesan bisa diraih karena usaha
Usaha ada karena kemauan
Kemauan tercipta karena ada cita-cita
Cita-cita berasal dari mimpi
Mimpi ada karena tidur...
So... Jika ingin sukses marilah kita TIDUR
(Mario Tengil)

"Tak ada pekerjaan yg berat. Jika merasa berat posisikan diri anda jangan di bawah, cobalah di atas. Jika masih terasa berat gantilah pasangan anda."
(Mario Ozawa)
Sent by: e-ketawa on Jun 3rd, 2011 | Rate it and send to friend

Penemu Teknologi Layar Sentuh atau Touch Screen

Category: Komputer dan Teknologi

Ternyata Technology "Touch Screen" penemu pertamanya adalah pengusaha Warung Nasi Tegal (WARTEG). Ini kisahnya:

Pada suatu saat seorang Ilmuwan Manca Negara makan di WARTEG. Setiap PENGUNJUNG yang datang ditanya oleh Pelayan Warteg:

Pelayan: "Makan pake apa?"

Pengunjung menempelkan jarinya ke kaca (menunjuk makanan di baliknya)

Pelayan: "Makan pake apa lagi?"

Pengunjung menempelkan jarinya ke kaca lagi.

Pelayan: "Apa lagi?"

Pengunjung kembali menempelkan jarinya ke kaca...

Beberapa detik kemudian makananpun sudah siap tersaji. SANG ILMUWAN pun berdecak kagum, ternyata technology di Indonesia luar biasa majunya. Tak ayal lagi merekapun menjiplaknya untuk TV, LAPTOP, PDA Blackberry Torch dan Ipad.
Sent by: e-ketawa on May 22nd, 2011 | Rate it and send to friend

Baru Punya Handphone

Category: Komputer dan Teknologi

Ucup dan Acep baru punya handphone.

Ucup : "Cep ngapain lho megangin pager rumah?"
Acep : "Ini Cup, gw lagi mau isi pulsa..."
Ucup : "Eh, ape hubunganye nempel di pager ama isi pulsa Cep? Telpon operator aje. Susah amat sih."
Acep : "Itu die masalahnye,dari tadi gue disuruh operator tekan pager, nah gue sudah tekan pager berkali-kali kok kagak bisa juga. Ampe bonyok neh jempol gue."
Ucup : "Gue lebih parah coy."
Asep : "Emang elu kenape?"
Ucup : "Gue malah disuruh mencet bintang."
Sent by: e-ketawa on Apr 23rd, 2011 | Rate it and send to friend

Disuruh Menyeberang Karena Penting

Category: Humor Binatang

Suatu ketika, ada sebuah sungaiyang lebar. Di satu sisi sungai tinggal kelinci, dan di sisi lainnya hidup seekor beruang.

Suatu hari, beruang itu duduk di atas tunggul, menikmati makan buah. Lalu ia mendengar ada yang berteriak padanya, yaitu kelinci.

"Hei! Hei, Teddy, menyeberanglah ke sini. Aku punya sesuatu yang mau kutunjukkan padamu!"

"Jangan sekarang! Aku sedang makan."

"Oh, ayolah!" kata kelinci. "Ini benar-benar penting."

"Tidak mungkin."

"Ayolah. Ini mendesak."

Jadi beruang memutuskan untuk pergi menyeberangi sungai yang lebar itu. Dia memerlukan waktu berjam-jam untuk bisa menyeberangi sungai itu. Dia hampir tenggelam. Dan ketika ia akhirnya sampai di seberang dia mengerang dan terengah-engah, dan berbicara kepada kelinci,

"Nah, kelinci," dia terengah. "Apa yang ingin kamu beritahukan kepadaku?"

"Hei, Teddy," kelinci itu berkata, "lihatlah betapa banyaknya buah yang di seberang sungai."

Minggu, 12 Juni 2011

tips mengecilkan perut buncit

Cara Tips Mengecilkan Perut

by Web Administrator on November 7, 2010
cara mengecilkan perut buncit
perut buncit

Anda telah mencoba berbagai cara  mengecilkan perut buncit? simaklah tips mengecilkan perut berikut ini:

Perut bukan organ yang berukuran besar tetapi memiliki kemampuan untuk meregangkan dan menyusut sesuai dengan jumlah makanan yang dimakan saat itu. Jika Anda konsisten mengkonsumsi makanan dalam porsi besar, perut Anda secara bertahap akan terus meregang dan  Anda akan membutuhkan semakin banyak makanan untuk membuatnya merasa kenyang. Cara mengecilkan perut yang dapat dicoba adalah Anda harus tetap makan 3X sehari dengan porsi kecil. Anda tetap memerlukan makan untuk menjaga  agar metabolisme tidak melambat karena anda mengurangi asupan makanan secara drastis. Dengan mengurangi prosi makan secara berlebihan makan tips tips mengecilkan perut yang ada di bawah ini tidak akan berhasil maksimal

Tips Cara mengecilkan perut buncit dengan pola makan

  • Makan sarapan sekitar 200 kalori. Hal ini dapat terdiri dari sepotong roti panggang dengan sedikit selai, satu butir telur dadar dan setengah gelas susu.
  • Makan makanan ringan yang menyehatkan, buah buahan segar, serat yang ada pada buah buahan segar akan membikin Anda lebih lama kenyang.
  • Makan siang sekitar 400 kalori. kira kira seukuran setengah dari rata rata porsi orang orang indonesia ketika makan siang.
  • Jika setelah 2 atau 3 jam dari makan siang tersebut Anda sudah merasa lapar kembali maka silakan anda ambil buah buahan segar sebagai snack Anda.
  • Makan malam cukup 400 kalori saja. Ini biasanya makanan yang paling sulit untuk menjaga 400 kalori, terutama jika Anda makan diluar, segera ingatlah anda sedang mencoba cara mengecilkan perut buncit.
Seharusnya jika Anda telah mencoba pola makan yang diajarkan diatas sejak di pagi hari maka Anda tidak akan mudah lapar di siang harinya. Jika Anda merasa kesulitan dengan mengatur pola makan tidak ada salahnya anda milirik program diet nutrisi yang menyederhanakan pengaturan pola makan, terutama bagi Anda dengan waktu yang terbatas .
<p>Your browser does not support iframes.</p>
Selain pengaturan pola makan, mengecilkan perut buncit juga dibantu dengan olahraga, lakukan olahraga yang sifatnya kardio. Olahraga kardio (disebut juga exercise cardiovasculer) sangat efektif dalam membakar kalori, karena ketika tubuh anda membakar kalori secara otomatis lemak lemak dalam tubuh akan berkurang, salah satu tempat favorit menimbun lemak adalah di perut. lakukanlah exercise sebagai cara mengecilkan perut buncit Anda.
Ketika Anda telah mengatur pola makan, kemudian Anda telah melakukan exercise, masih ada yang perlu Anda perhatikan untuk mengecilkan perut buncit. Perhatikan kebiasaan kebiasaan yang tanpa Anda sadari ikut menyumbang munculnya perut buncit, jadi perhatikan kebiasaan tersebut sebagai salah satu cara mengecilkan perut.

Cara mengecilkan perut buncit dengan tidak melakukan kebiasaan kebiasaan buruk

  • Hindari melewatkan makan, jadi Anda harus makan minimal 3x sehari, tapi tentu saja dengan kalori rendah tapi penuh dengan nutrisi.
  • Hindari minum minuman beralkohol, jika Anda kesulitan, kurangin konsumi minuman beralkohol Anda
  • Jangan diet dengan berpantang mengkonsumsi protein.
  • Jangan makan (makan malam ataupun makanan ringan) kurang dari 3 jam sebelum anda tidur, jadi jika jam tidur anda adalah jam 22, maka makan makan anda maksimal adalah jam 19.
  • Tidur yang cukup,kurang tidur termasuk kebiasaan yang bertentangan dengan tips mengecilkan perut , tiap hari orang dewasa memerlukan waktu 6-7 jam tidur untuk beristirahat setelah seharian beraktifitas.
Selamat mencoba, semoga berhasil menjalankan tips cara mengecilkan perut buncit, selamat tinggal perut buncit.

cerpen

Si Pelit

Aesop



Pengembara dan si Pelit yang kehilangan hartaSeorang yang sangat pelit mengubur emasnya secara diam-diam di tempat yang dirahasiakannya di tamannya. Setiap hari dia pergi ke tempat dimana dia mengubur emasnya, menggalinya dan menghitungnya kembali satu-persatu untuk memastikan bahwa tidak ada emasnya yang hilang. Dia sangat sering melakukan hal itu sehingga seorang pencuri yang mengawasinya, dapat menebak apa yang disembunyikan oleh si Pelit itu dan suatu malam, dengan diam-diam pencuri itu menggali harta karun tersebut dan membawanya pergi.
Ketika si Pelit menyadari kehilangan hartanya, dia menjadi sangat sedih dan putus asa. Dia mengerang-erang sambil menarik-narik rambutnya.
Satu orang pengembara kebetulan lewat di tempat itu mendengarnya menangis dan bertanya apa saja yang terjadi.
"Emasku! oh.. emasku!" kata si Pelit, "seseorang telah merampok saya!"
"Emasmu! di dalam lubang itu? Mengapa kamu menyimpannya disana? Mengapa emas tersebut tidak kamu simpan di dalam rumah dimana kamu dapat dengan mudah mengambilnya saat kamu ingin membeli sesuatu?"
"Membeli sesuatu?" teriak si Pelit dengan marah. "Saya tidak akan membeli sesuatu dengan emas itu. Saya bahkan tidak pernah berpikir untuk berbelanja sesuatu dengan emas itu." teriaknya lagi dengan marah.
Pengembara itu kemudian mengambil sebuah batu besar dan melemparkannya ke dalam lubang harta karun yang telah kosong itu.
"Kalau begitu," katanya lagi, "tutup dan kuburkan batu itu, nilainya sama dengan hartamu yang telah hilang!"
Harta yang kita miliki sama nilainya dengan kegunaan harta tersebut.